RUNWAY CRANE

Galangan hoist crane merupakan rangkain konstruksi baja, yang dirancang khusus untuk dapat bekerja dalam 1 system dengan mesin angkat pada suatu area tertentu.
Berdasarkan bentuknya, Galangan hoist crane tersedia dalam beberapa bentuk diantaranya : Overhead Crane, Underhung Crane, Gantry Crane, Semi Gantry Crane., dlsb.

Adapun rangkaian konstruksi galangan hoist crane tersebut terdiri dari berbagai komponen-komponen penting. Masing-masing komponen struktur galangan hoist crane tersebut, mempunyai fungsi penting untuk menunjang kerja sebuah sistem alat angkat.
Diantara struktur konstruksi tersebut, terdapat struktur penting, yaitu Runway.

Penamaan Runway Crane Di khalayak umum disebut juga dengan :

• Runway Crane

• Rel crane

• Railway crane

• Balok Runway

• Bantalan Crane

• Landasan Crane

• Jalur Crane

• Lajur Crane

• Track Crane

Runway-Run-way-Railway-Rail-way-Runway-Girder-Runway-Crane-Runway-Hoist-Runway-Overhead-Runway-Gantry-Crane-Run-Way-Girder-Run-Way-Crane-Run

Dan banyak lagi penamaan Lainnya,.

Dalam Tulisan ini dipersimpel penamaannya kita sebut dengan > RUNWAY CRANE.

Perlu kami jelaskan disini, Runway adalah sebuah konstruksi baja atau beton pada area kerja galangan hoist crane, yang berfungsi sebagai landasan rell, yang digunakan untuk pergerakan galangan hoist crane di sepanjang area runway. Jadi perlu dipahami, ada perbedaan antara rell dengan runway.

Kami Pearaso Perkasa, menyebutkan kata rel disini karena di ilustrasikan oleh rel kereta api. (menyesuaikan standard ANSI yang digunakan)

Posisi Rell menumpang di atas runway, bentuknya hampir sama dengan rell kereta api, atau bisa diganti dengan yang sejenisnya

Perbedaan Rell dengan Runway adalah : Rell sebagai media penjaga jalur (penjaga roda) track end carriage, sementara runway sebagai penopang rell dan seluruh total beban galangan hoist crane. semoga cukup jelas arti dan perbedaannya.

Kami, Pearaso Perkasa mengelompokkan runway sebagai berikut :

• Runway Overhead Crane
• Runway Freestanding Crane
• Runway Underhung Crane
• Runway Gantry Crane

Detail penjelasannya sebagai berikut :

Runway-Run-way-Railway-Rail-way-Runway-Girder-Runway-Crane-Runway-Hoist-Runway-Overhead-Runway-Gantry-Crane-Run-Way-Girder-Run-Way-Crane-Run
1. Runway Overhead Crane

Runway overhead crane disini adalah yang umum di gunakan di dalam bangunan, baik pabrik, gudang atau workshop.

Struktur Runway Overhead Crane ini umumnya menumpang pada konsol (sebuah dudukan) yang menempel pada tiang bangunan pabrik, gudang atau workshop.
Untuk galangan hoist crane dengan kapasitas angkat kecil, umunya metode ini cukup mumpuni.

Untuk galangan hoist crane dengan kapasitas angkat lebih besar, bisa menambahkan tiang kolom tambahan disamping tiang kolom bangunan untuk menopang konsol (dudukan runway) atau langsung menopang runway. Sementara konstruksi runway juga perlu di analisa strukturnya. Bisa dengan pemilihan model konstruksi rangka Cremona untuk konstruksi runway.

Material runway yang digunakan di Indonesia umumnya dari material baja iwf atau hbeam atau bisa di kombinasikan.
Posisi rell melekat di sisi atas runway, dengan metode penggabungan joint weld (pengelasan) overlap (silang)

2. Runway Freestanding Overhead Crane

Freestanding overhead crane atau ada juga yang menyebutkan dengan Freestanding Crane,
Adalah galangang hoist crane yang strukturnya berdiri sendiri, tanpa menumpang ke struktur lain (bangunan,dlsb). Aplikasi Freestanding overhead crane ini bisa di dalam ruangan (indoor) atau juga di luar ruangan. Untuk itu jelas Freestanding Overhead Crane mempunya struktur konstruksi sendiri yang khusus untuk penggunaan alat angkat hoist crane tersebut, mulai dari pondasi hingga konstruksi galangan hoist crane.

Dengan demikian jelas, Runway pada Freestanding overhead crane, posisinya langsung menumpang di atas struktur tiang galangan overhead crane.
Material runway yang digunakan di Indonesia umumnya dari material baja iwf atau hbeam.

Posisi rell melekat di sisi atas runway, dengan metode penggabungan joint weld (pengelasan) overlap (silang).

3. Runway Underhung Crane

.Sesuai dengan konstruksi underhung crane : bisa dibaca disini >> (detail underhung crane)

Konstruksi Runway di Galangan Underhung Crane sangat berbeda dibandingkan runway pada galangan overhead crane dan freestanding overhead crane.

Aplikasi runway pada Galangan underhung crane, adalah menggantung ke struktur diatasnya.
Struktur diatasnya disini (maksudnya) adalah : rangka struktur rafter (kuda2 bangunan) atau struktur baja yang dikonstruksi khusus sebagai hanger (gantungan) runway ini.

Metode penggabungan antara runway dengan struktur rangka diatasnya ini umumnya menggunakan metode joint weld (pengelasan) di kombinasikan dengan joint bolt (mur&baut), untuk memaksimalkan kekuatan dan kelenturan.

End Carriage pada galangan underhung crane bekerja dengan cara menggantung pada sisi bawah runway.
Dengan demikian, sisi atas runway menggantung ke struktur diatasnya,sementara sisi bawah runway sebagai rell end carriage.

Umumnya material runway yang digunakan adalah material iwf atau material hbeam.

Khusus untuk konstruksi runway pada galangan underhung crane, tidak membutuhkan rell. Berbeda dengan konstruksi runway pada galangan overhead crane dan freestanding overhead crane, dimana rell menumpang diatas runway.

4. Runway Gantry Crane

Sesuai dengan konstruksi gantry crane : bisa dibaca disini >> (Gantry Crane)

Pada galangan gantry crane, posisi Runway berada di permukaan lantai, penempatannya bisa rata atau lebih tinggi sedikit dari permukaan lantai.
Untuk penggunaan runway rata lantai, umum digunakan di area pabrik/gudang, dengan tujuan agar tidak membatasi ruang gerak alat kerja lain.misal forklift / trolley bisa melintasi runway.
Sedangkan untuk penggunaan runway lebih tinggi dari lantai, umum digunakan di area outdoor, dengan tujuan untuk mengantisipasi hujan atau banjir atau pertimbangan safety lainnya.

Khusus runway galangan gantry crane, materialnya runway bisa menggunakan struktur baja dan atau bisa juga dari konstruksi beton bertulang atau kombinasi diantarany
Perencanaan runway galangan gantry crane harus memperhitungkan kekuatan lantai dengan total beban galangan gantry crane.

Untuk itu, Pearaso Perkasa membagi klasifikasi runway gantry crane sebagai berikut :

4.1. Runway Gantry Crane Konstruksi Beton

Untuk Konstruksi Runway galangan gantry crane yang direncanakan di area berlantai tanah, maka hal pertama yang diperhitungkan adalah pekerjaan pondasi.
Pekerjaan pondasi ini mencakup seluas area kerja galangan gantry crane.

Pondasi disini juga berlaku sebagai runway, menggunakan konstruksi beton bertulang sebagai landasan rel. Aplikasinya dengan memunculkan tulangan beton keluar dari sisi atas beton, yang nantinya di gabungkan (joint weld) dengan rell sebagai pegangan, umumnya berjarak per 50cm overlap.
Metode ini umum dikerjakan oleh Pearaso Perkasa untuk galangan gantry crane yang mempunyai total beban maksimum 10ton.

Metode ini tentu harus melalui Analisa teknis, dan tidak semua galangan gantry crane bisa menerapkan metode ini. perhitungan khusus di kondisi masing-masing user.

4.2. Runway Gantry Crane Struktur Baja

Untuk galangan gantry crane dengan beban berat, bisa dengan menggunakan metode kombinasi struktur baja sebagai media runway diatas pondasi beton.

Aplikasinya dengan menempatkan pondasi beton sebagai landasan material runway. Material runway yang digunakan disini dari materi baja iwf atau hbeam.
Dengan demikian, runway dapat lebih mumpuni menopang total beban galangan gantry crane.

Metode ini umum dikerjakan oleh Pearaso Perkasa untuk galangan gantry crane yang mempunyai total beban lebih dari 10ton.
Atau di konstruksi galangan gantry crane yang direncanakan di area berlantai beton.

Pemilihan metode ini harus melalui analisa teknis, di kondisi masing-masing lokasi user.

Runway-Run-way-Railway-Rail-way-Runway-Girder-Runway-Crane-Runway-Hoist-Runway-Overhead-Runway-Gantry-Crane-Run-Way-Girder-Run-Way-Crane-Run
4.3. Runway Gantry Crane kombinasi Pondasi Beton dan Baja

Metode ini menggunakan struktur baja runway yaitu material iwf atau hbeam, yang dikombinasikan dengan tulangan besi beton dan dirangkai sedemikian rupa sebagai satu struktur tulangan beton dengan metode joint weld (pengelasan).
Penempatan tulangan besi beton di sisi kanan-kiri dan bawah struktur baja runway (material iwf atau hbeam) yang selanjutnya di cor keseluruhan.
Material baja runway yang umum digunakan dalam metode ini adalah material IWF atau HBeam.

Pelaksanaan metode ini harus memperhatikan metode pengecoran, struktur tulangan akan memiliki rongga-rongga di sisi kanan-kiri-bawah material baja runway.

Selain kekuatan yang maksimum, Kelebihan Metode ini adalah kemudahan dalam melakukan pengaturan level runway. Berbeda dibandingkan dengan 2 metode sebelumnya.

Untuk masing-masing metode konstruksi runway pada galangan gantry crane, mempunya kelebihan dan kekurangan masing-masing.
Pemilihan metode harus melalui analisa struktur lokasi dan rencana total pembebanan galangan gantry crane.

KESIMPULAN

Runway sebagai struktur konstruksi yang penting pada suatu galangan hoist crane, harus direncanakan secara teknis dan matang.

Setiap desain konstruksi runway harus dengan analisa struktur pembebanan dalam peng-aplikasi-annya.
Konstruksi Runway tidak berlaku universal, walaupun dengan kapasitas angkat yang sama!
Konstruksi runway galangan hoist crane pabrik dengan konstruksi runway freestanding overhead crane berbeda, walau untuk kapasitas beban yang sama.

Untuk itu, pastikan analisa struktur dan rencana detail teknis spesifikasi galangan hoist crane sebelum menentukan konstruksi runway.

Pearaso Perkasa menyediakan jasa fabrikasi dan instalasi konstruksi runway galangan hoist crane.
Hubungi kami untuk mendapatkan portofolio (foto/video) konstruksi runway yang telah kami kerjakan.